#ceritaini bisa saja terjadi di hari Lebaran.
Teman kita, sebut saja namanya Mia, seorang admin finance di sebuah perusahaan, yang ngekost di Jakarta. Karena dia sudah yatim piatu, setiap Lebaran, dia selalu berkumpul dengan saudara-saudaranya di rumah pamannya, di daerah Tangerang.
Aku ceritakan dulu ya, kondisi pamannya. Pamannya Mia ini adalah adik bungsu ayahnya Mia, dan memang kalau dibilang beruntung, beruntung banget. Dari looksnya saja, dia yang paling cakep di antara saudara kandung dan sepupunya. Di sini kita tahu yang namanya beauty privilege yang kadang emang lebih berpihak ke yang cakep gitu ya, untuk semua segi kehidupan, dari kerjaan atau karir, rumah tangga, atau sekolah. Dan pamannya Mia ini juga dapat semua keuntungan itu.
Pamannya Mia, sebut saja namanya, Prapto, bungsu dari 4 bersaudara yang laki-laki semua. Dia lulusan teknik mesin. Selesai kuliah, buat bengkel kecil-kecilan, sekarang bengkelnya puluhan cabang. Dia juga dapat istri dari kalangan ningrat yang cantik, tante Ina, walau sudah beruban, parasnya masih terlihat cantik. Anak-anaknya sukses semua, kuliah beasiswa di luar negeri, tapi bukan jalur LPDP yang viral itu 😄. Properti tanah dan rumah banyak. Mobilnya mewahnya kayaknya ada 4 atau 5, gitu. Rumah yang di Tangerang saja ada 10 kamar, termasuk kamar utama, halamannya luas. Dengan kondisi yang sangat nyaman hidupnya begitu, paman Prapto masih mau merangkul saudara atau keponakannya, tidak sombong ke keluarga besar dan terkesan biasa saja, enggak kayak OKB lah 😁.
Tiap Mia berlebaran di rumah paman Prapto, itu kan ngumpul bareng dengan semua saudara sepupu. Kebetulan dari turunan ayahnya Mia, itu semua sudah meninggal semua, sisanya paman Prapto ini.
Ada sih yang baru dateng di lebaran hari kedua atau ketiga, tapi lebih banyak yang nginep di h-1 atau h-2 sebelum lebaran. Sepupu Mia kalau dihitung dengan anak-anak paman Prapto dan Mia itu ada 13 orang. Belum kalau ada ajak anak istri, karena ada beberapa sepupu yang sudah menikah. Kadang topik kapan kawin tuh suka jadi bahan ledekan buat Mia dan sepupunya yang belum nikah 😁.
Hani
Mia datang di rumah paman Prapto sudah jam 10 malam di H-1 Lebaran. Gerbang sih masih dibukain sama satpam pamannya, dan tas besar berisi baju dan peralatan Mia juga dibawain sampai ke dalam rumah. Pamannya kebetulan belum tidur, dan menyambut Mia, dia bilang, Mia bisa pilih mau kamar yang mana terserah, semua kamar sudah bersih dan wangi tinggal ditempatin.
Mia bilang, dia sudah janjian sama Hani, salah satu sepupunya, salah satu anak dari kakak ayahnya, yang bernama Hani. Si Hani ini orangnya emang klop dengan Mia sejak kecil, sejak ayah mereka masih hidup, kalau lebaran dan lagi kumpul keluarga, kemana-mana berdua. Tapi bukan berarti Mia tidak dekat dengan sepupu lain, cuma, karena seringnya bareng Hani, ya sudah sama Hani saja sekamarnya.
Satpam kembali mengangkat tas besar Mia dan mengantarnya sampai ke kamar Hani. Hani baru tidur saat itu, jadi dia agak masih mengantuk, waktu Mia datang. Mereka melepas kangen berdua, cerita sana sini, dan tidak terasa sudah jam 12 malam.
Suara dari Dinding dan Plafon
Karena sudah tengah malam, mata Mia dan Hani semakin ngantuk, mereka memutuskan untuk tidur. Tempat tidur di kamar itu muat untuk orang berdua, bahkan karena Mia dan Hani, figurnya kecil dan kurus, muat untuk bertiga deh.
Sekilas denah kamar. Kamar ini dibuat seperti desain kamar vila. Satu tempat tidur besar di tengah, smart tv tergantung di dinding menghadap kamar tidur, ada meja kecil dibawahnya, dilengkapi bangku kecil juga. Di kanan, ada jejeran kaca besar dengan gorden 90% anti matahari. Dikanan dan kiri tempat tidur ada meja kecil juga untuk lampu tidur. Ada lemari baju juga yang menempel di dinding dekat pintu. Pintu kamar juga ada tempat buat ngintipnya, jadi bisa ngecek siapa yang mau masuk kamar. Kamar ini bersebelahan dengan toilet tamu di sebelah kiri dan kamar lain di sebelah kanan.
Sudah setengah satu malam. Mia mencoba memejamkan mata. Sebenarnya, dia sudah merasa lelah banget, perjalanan dari kost ke rumah pamannya, lalu ngobrol dengan Hani, beberes pakaian untuk solat Ied, mandi, dan lain-lain; tapi entah kenapa matanya tetap melek.
Leave a comment