Pengalaman Saraf Kejepit

Saya mengalami low back pain atau LBP atau istilah umumnya saraf kejepit sejak tahun 2024 dan kambuh lagi di September 2025.

Tahun 2025 saya gunakan BPJS untuk ke dokter dan terapi. Saya lanjutkan terapi di 2026.

Apa itu Syaraf Kejepit?

Sebenarnya sakit syaraf dapat dialami oleh segala usia. Untuk diagnosa awal bisa ke dokter spesialis syaraf atau ortopedi, biasanya ada rontgen juga untuk mengetahui lebih jelas di mana letak syaraf yang bermasalah.

Definisi syaraf kejepit, bisa dicek di website kedokteran atau rumah sakit, namun, syaraf kejepit sepengetahuan saya, adalah nyeri dibagian jalan/jalur syaraf pada tubuh yang membuat gerak atau bergerak menjadi tidak nyaman atau nyeri. Syaraf kejepit ini adalah istilah umum yang biasa orang gunakan untuk seluruh penyakit syaraf, dan letak nyerinya berbeda, ada yang di pinggang atau panggul belakang, di tulang belikat, leher belakang atau di tulang punggung.

Low Back Pain atau LBP atau Syaraf Kejepit di Pinggang

LBP atau Low Back Pain yang saya alami ini, awalnya pegal diarea pinggang belakang dan tidak menjalar. Konsentrasi dipinggang belakang, namun seiring waktu nyeri terasa di sekitar tulang ekor dan berasa sangat tidak nyaman saat duduk di lantai atau duduk terlalu lama.

Tahun 2025, atas rujukan dokter umum, saya ke dokter syaraf untuk periksa kesehatan syaraf sekitar tulang ekor. Karena banyak sekali otot dan syaraf sensitif disekitar tulang duduk, jadi harus diperiksa oleh spesialis syaraf. Waktu itu, saya hanya diberi obat pereda rasa sakit, tanpa harus jalani terapi.

Diagnosa yang keluar setelah rontgen adalah Low Back Pain karena posisi duduk yang salah, sehingga menyerang syaraf di panggul.

Perbedaan syaraf kejepit dan pegal-pegal atau radang otot, adalah kalau merasa sensasi seperti kesetrum disertai nyeri, saat bangun tidur atau duduk, tandanya ada yang salah pada syaraf kita. Kalau pegal bisa dihilangkan pelan-pelan dengan rutin peregangan. Kalau syaraf kejepit harus terapi fisioterapi.

Perkembangan Low Back Pain

Sejak didiagnosis LBP, saya jadi sering cari tahu tentang penyakit ini. Low Back Pain biasanya menyerang orang yang sudah tua sekitar 50+ tahun, wanita pre menopause, orang yang sering angkat beban berat, posisi badan saat mengangkat barang yang salah, posisi duduk yang salah, posisi tulang yang bergeser, obesitas, dan kasur tidur yang terlalu empuk. Orang yang pernah jatuh dari motor atau terbentur keras ke lantai, juga dapat menyebabkan Low Back Pain.

Bagi pekerja aktif yang bekerja selalu posisi duduk, disarankan untuk menjeda duduknya dengan berdiri atau berjalan tiap 30 menit atau tiap jam, hal ini agar beban syaraf tidak berat di pinggang ke atas. Biasanya sering terjadi pegal atau panas di pinggang belakang, yang menandakan kalau seluruh bagian pinggang dan pinggul belakang kita butuh relaks atau gerak dulu.

Bagi yang sering bepergian menggunakan motor, apabila pernah jatuh dari motor, apalagi jatuh terduduk, harus diperiksa keseluruhan, jangan sampai ada tulang yang tidak pada tempatnya atau saraf yang tergeser. Awalnya memang tidak terasa, tapi nyeri akan terasa saat masuk ke usia 40 atau 50+ tahun.

Bagi yang tidur dengan kasur pegas atau kapuk yang lembut, sebaiknya diganti dengan kasur setengah keras atau keras, karena semakin lembut kasurnya, semakin tidak baik untuk postur tulang belakang dan jalur syaraf.

Karena Low Back Pain atau syaraf kejepit saya sudah sangat nyeri dan bahkan tahun 2025, saya sempat tidak bisa rukuk saat solat, saya memutuskan untuk segera periksa kembali ke dokter syaraf, kali ini menggunakan BPJS. Di 2024 saya tidak menggunakan BPJS, alias umum.

Pengalaman kedua di dokter syaraf

September 2025 saya ke dokter syaraf, antriannya sangat panjang dan kebanyakan dari orang sudah tua 50+ tahun atau yang mengalami stroke. Ada juga yang masih muda mungkin sekitar 30-an dan ada anak-anak juga. Saya sempat melihat juga anak spesial/autis di antrian.

Dari dokter syaraf, saya dirujuk ke dokter fisioterapi sebelum terapi. Jadi saya harus ke dokter fisio dulu, baru setelah itu ditentukan jadwal terapinya.

Pengalaman BPJS dokter syaraf dan dokter fisioterapi

Untuk pasien BPJS, jatah dokter syaraf adalah tiap bulan 1x, dokter fisioterapi 1x dan terapi 4x, biasanya seminggu 2x. Jadwal yang ditentukan oleh rumah sakit faskes kedua harus dipenuhi, jangan terlewat, kalau terlewat bisa hangus dan kembali ke faskes tingkat 1 lagi.

Saya pernah berulang kali pindah jadwal kontrol dokter di minggu ini, dan harus ubah langsung di rumah sakit faskes kedua, tidak bisa lewat mobile JKN.

Sebagai peserta BPJS, saya cukup terbantu, karena spesialis syaraf dan fisioterapi lumayan mahal apabila bayar sendiri. Namun jatah terapinya nampaknya kurang. Apalagi kalau terasa nyeri sekali.

Untuk terapi fisioterapi di faskes kedua tergantung yang dimiliki rumah sakit yang dirujuk. Kebetulan rumah sakit faskes kedua saya ini hanya punya terapi fisio. Sebenarnya cara terapi bisa bermacam-macam, seperti pijat syaraf, totok syaraf atau akupuntur. Tapi untuk terapi selain fisio saya belum pernah coba.

Pengalaman fisioterapi

Fisioterapi adalah tindakan terapi yang menggunakan berbagai alat yang sudah dinyatakan secara medis mengurangi sakit syaraf atau sakit yang berhubungan dengan syaraf.

Alat terapi yang digunakan cukup banyak dan biasanya bisa diatur sesuai kebutuhan dan waktunya oleh terapisnya. Saya mendapatkan jatah terapi sbb:

  • TENS
  • IRR
  • MWD
  • US

Leave a comment